Apa yang Perlu dilakukan untuk Pemeliharaan Genset?

Pemeliharaan Genset

Genset bukankah sebuah alat yang dibeli, diinstalasi dan dilupakan sampai mati lampu tiba. Genset harus dipelihara secara rutin dan detail agar ketika padam listrik tiba, genset dapat digunakan untuk memungkinkan perjalanan operasi bisnis. Pemeliharaan genset adalah sesuatu yang harus dilakukan secara rutin untuk mengecek apakah semua komponen dalam genset bekerja dengan lancar.

Pemeliharaan Preventif

  1. Letakkan genset pada tempat yang aman. Tempat yang aman untuk genset merupakan tempat yang memiliki ventilasi udara, tidak terpapar langsung oleh matahari, jauh dari air dan risiko lain lain.
  2. Gunakanlah cover genset untuk mencegah debu, kotoran, ataupun minyak melekat pada genset. Kebersihan harus dipelihara uintuk beroperasi secara optimal dan masih terlihat bagus.
  3. Lakukan checkup minimal sebulan sekali dan starter genset minimal seminggu sekali. Kedua hal tersebut harus dilakukan untuk mendeteksi masalah genset sekaligus baik untuk Kesehatan genset dan bahan bakar. Ini dikarenakan aki yang lama tidak dipakai dan bensin basi akan mengurangi performa genset anda.
  4. Operasikan genset di ruangan dengan ventilasi udara yang cukup. Genset biasanya memerlukan sirkulasi udara untuk membuang sisa bahan bakar terbuang dengan baik. Selain untuk Kesehatan pengguna, ini juga mencegah genset mencapai temperatur terlalu tinggi.
  5. Pastikan genset dioperaskan dengan benar. Sebelum mengoperasikan genset, ada baiknya jika petunjuk penggunaan dibaca terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Jika ada kesalahan, dan dipastikan bukan salah anda, garansi masih dapat diklaim untuk genset tersebut.

Pemeliharaan Detektif

  1. Periksa oli mesin pada genset secara berkala. Pastikan tangka oli tidak kosong saat genset mau dinyalakan ataupun didiamkan. Oli penting untuk genset sebagai pelumas mesin agar dapat bekerja dengan lancar.
  2. Periksa bagian distilled water. Pada aki genset anda, ada bagian distilled water yang harus diisi secara rutin minimal dua atau 3 tahun sekali.
  3. Periksa sistem pendinginan, pastikan cooler genset masih tersedia agar genset tidak mencapai temperatur terlalu tinggi.
  4. Cek kabel kabel yang terhubung dengan genset untuk memastikan tidak terjadi korsleting atau kabel terbakar.

Baca juga: Cara memilih jasa service genset terbaik

Facebook
Twitter
Email