
Jumlah pemakaian solar genset di tiap tipe berbeda tentunya tidak sama. Selain karena kebutuhan daya tiap pengguna yang berbeda, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi jumlah pemakaian solar. Yang akan sangat disayangkan adalah saat solar genset cepat habis dikarenakan adanya kerusakan.
Di sinilah pentingnya Anda mengetahui jumlah pemakaian solar per waktunya. Dengan mengetahui hal ini, gejala kerusakan yang ditunjukkan dengan penggunaan solar lebih banyak dapat segera diatasi. Lantas, bagaimana cara menghitung jumlah pemakaian solar di mesin genset?
Cara Hitung Pemakaian Solar Genset
Adapun untuk menghitungnya, rumus 0,21 x p x t bisa digunakan. Untuk diketahui, makna p adalah data genset sementara t berarti satuan waktu.
Sebagai contoh, genset Anda memiliki kapasitas daya 50 kva. Jika dimasukkan ke dalam rumus, berarti 0,21 x 50 x 1. Jumlahnya adalah 10,5. Artinya, dibutuhkan 10,5 liter solar untuk menghidupkan genset selama satu jam.
Jika dihitung-hitung dengan harganya, saat ini per liter solar dibanderol Rp6.800 untuk tipe subsidi. Jadi artinya, genset akan memakan biaya sebanyak Rp71.400 selama satu jam saja. Hal ini masih cukup wajar jika mesin digunakan dalam waktu tersebut untuk menghidupkan berbagai alat.
Yang menjadi masalah ialah ketika pemakaian solar genset berlebihan sementara listrik yang digunakan tidak banyak. Jika diketahui jumlah penggunaan solar per jamnya lebih banyak dari biasanya, pastikan untuk mengecek beberapa bagian yang bisa jadi penyebabnya.
3 Penyebab Tingginya Konsumsi Solar Genset
Untuk diketahui, tingginya konsumsi solar genset bisa disebabkan oleh banyak hal. Hal ini penting diketahui bukan hanya sebagai cara meminimalisir biaya penggunaan. Namun, risiko kerusakan yang lebih parah hingga strategi perawatan yang harus dilakukan juga bisa diketahui dengan tahu jumlah penggunaan solar.
1. Filter Udara Genset Kotor
Karena banyaknya faktor yang bisa menyebabkan solar cepat habis, sebaiknya lakukan pemeriksaan pada bagian-bagian terkait dengan mekanisme kerja genset. Salah satunya adalah filter udara. Jika bagian ini dalam kondisi kotor, kinerja generator akan terganggu. Oleh sebab itu, konsumsi solar jadi lebih banyak dari biasanya.
2. Sistem Injeksi Bermasalah
Pemakaian genset solar yang berlebihan juga bisa disebabkan oleh masalah pada sistem injeksi. Sebab ketika bagian tersebut tidak bekerja dengan baik untuk menghidupkan genset, alhasil solar akan lebih banyak terpakai.
Tak hanya sampai di situ, sistem injeksi yang bermasalah juga dapat menyebabkan genset overspeed. Akibatnya bukan hanya solar yang cepat habis. Namun, komponen dalam genset berisiko saling bertabrakan sehingga menyebabkan ledakan di dalam dan genset jadi rusak.
3. Kualitas BBM Buruk
Sebagai informasi, sistem injeksi yang bermasalah umumnya disebabkan oleh BBM dengan kualitas buruk. Adapun yang dimaksud buruk di sini termasuk solar berkualitas rendah, tercampur air, atau terkontaminasi kotoran. Jika solar buruk kualitasnya, sistem injeksi akan cepat aus. Lebih lanjut, Anda akan kesulitan men-starter mesin genset.
Untuk memastikan genset tetap bekerja secara optimal dengan pemakaian solar tidak berlebihan, pastikan mengecek bagian-bagian tadi secara rutin. Anda juga bisa mengecek tangki solar dan membersihkannya secara rutin untuk memastikan bagian tersebut bersih sebelum diisi bahan bakar baru.
Itulah informasi seputar cara mengetahui jumlah pemakaian solar genset setiap waktunya untuk meminimalisir biaya penggunaan hingga risiko kerusakan. Jika penyebabnya bukan dari bagian-bagian tadi, mesin genset Anda bisa jadi perlu segera diganti.