
Belakangan banyak orang yang menanyakan fungsi komponen genset. Seperti yang kita tahu, generator menghasilkan listrik dengan mengubah energi mekanik. Alat ini melakukan induksi elektromagnetik dengan menggerakkan komponen mesin di sekitar kumparan konduktor, memicu muatan listrik dan menghasilkan arus listrik.
Genset tentunya memiliki komponen-komponen yang mendukung cara kerjanya agar dapat berfungsi secara efektif. Mengetahui bagian-bagian genset akan membantu Anda sebagai pengguna dalam melakukan perawatan.
9 Fungsi Komponen Genset
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada beberapa komponen genset agar alat ini bisa bekerja. Diantaranya adalah:
1. Mesin / Engine
Mesin menerima energi mekanik dari Generator Set, juga dikenal sebagai Genset. Mesin merupakan fungsi komponen genset yang paling penting. Dalam hal komponen mesin, ada beberapa hal yang harus diingat, terlebih jika Anda ingin membeli genset dan melakukan perawatan.
2. Alternator
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, generator beroperasi dengan mengubah energi mekanik yang dihasilkan oleh mesin menjadi muatan listrik. Alternator adalah fungsi komponen genset yang menghasilkan tenaga listrik.
Alternator ini terdiri dari dua komponen utama: Stator dan Rotor. Stator terdiri dari rangkaian kabel listrik yang dililitkan pada inti besi yang statis dan tidak bergerak. Komponen yang bergerak adalah rotor, yang mengelilingi stator dan menghasilkan gaya elektromagnetik di sekelilingnya, menghasilkan arus AC sebagai keluaran genset.
3. Tangki Bahan Bakar
Genset yang banyak mengandalkan mesin tentunya membutuhkan bahan bakar untuk beroperasi. Kapasitas tangki juga bervariasi, namun biasanya tidak terlalu besar, seperti genset 10KVA dengan tangki 4,9 liter atau genset 150 KVA dengan tangki 16,5 liter.
Akibatnya, tidak jarang pelaku usaha yang ingin gensetnya terus berjalan menggunakan fungsi komponen genset tambahan berupa tangki bahan bakar eksternal.
4. Valve / Regulator Bahan Bakar
Komponen tunggal ini memiliki tujuan penting, yaitu mengatur pasokan bahan bakar ke mesin. Kehadirannya dalam sistem bahan bakar memastikan bahwa bahan bakar didistribusikan dengan baik. Sebelum menggunakan generator, sangat penting untuk memeriksa ulang komponen ini.
5. Auto Voltage Regulator (AVR)
AVR adalah fungsi komponen genset yang menjamin kestabilan tegangan listrik yang dihasilkan. Ketika tegangan menjadi terlalu tinggi, generator AVR menurunkannya agar tetap stabil, begitu pula sebaliknya.
Keberadaan komponen ini sangat penting karena jika peralatan elektronik disuplai dengan tegangan yang tidak stabil maka peralatan tersebut dapat rusak.
6. System Lubricant
Tentunya pelumasan diperlukan agar genset tetap mulus dan kokoh. Genset dilengkapi dengan pompa yang mengeluarkan oli untuk melumasi mesin genset. Sebaiknya pengecekan kandungan minyak ini dilakukan setiap 8 jam sekali pengoperasian genset.
7. Baterai
Meskipun genset menghasilkan energi dan menggunakan bahan bakar, namun tetap membutuhkan baterai sebagai pemicunya saat pertama kali dinyalakan. Jika baterai rusak, genset tidak akan hidup. Genset juga memiliki pengisi daya baterai, yang mengisi baterai secara otomatis saat mesinnya bekerja.
8. Control Panel
Sesuai dengan namanya, control panel merupakan komponen yang berperan sebagai pusat komando pada saat mengoperasikan genset. Bentuk dan kontrol yang diberikan oleh komponen ini berbeda-beda tergantung merek generatornya.
9. Kerangka Utama
Bingkai generator, atau kerangka utama sangalah penting. Komponen ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga menjamin keamanan generator. Rangka utama juga harus memiliki grounding, ini sangat penting untuk keamanan pengguna.