
Yang dimaksud dengan genset diesel adalah suatu bentuk pembangkit tenaga listrik yang penggerak utamanya adalah mesin diesel dan dihubungkan (coupling) dengan generator listrik dalam satu alas (base frame) yang kokoh dan terpasang dengan baik sehingga dapat dioperasikan.
Sebagai unit pembangkit listrik yang digerakkan oleh mesin diesel, memiliki bagian dan sistem yang saling berkaitan erat satu sama lain. Memeriksa layanan genset atau genset diesel harus mencakup semua bagian ini.
Bagaimana Cara Mengecek Masalah Pada Genset Diesel?
Kami akan sampaikan beberapa cara mengecek masalah pada genset diesel yang perlu Anda ketahui.
1.Dinamo starter
Dinamo starter ini merupakan bagian dari generator diesel yang berfungsi sebagai penggerak awal mesin. Dimana melalui mekanisme roda gigi dan pinion starter dinamo menggerakkan flywheel.
Dari awal putaran poros ini akan menghasilkan kompresi pada ruang bakar dan putaran pompa injeksi yang akan menyemprotkan bahan bakar. Setelah terjadi pembakaran dan menghasilkan gerakan berputar sendiri, maka dinamo akan lepas dari gigi flywheel.
Karena arus awal yang tinggi hingga 100 ampere atau lebih diperlukan solenoida, solenoida ini memiliki kontak yang memiliki peringkat yang cukup besar
Sehingga mampu membawa arus sesaat hingga 200 a atau lebih. Poros dengan solenoida ini memiliki mekanisme penggerak pinion yang akan dihubungkan dengan flywheel pada saat start dan akan dilepas pada akhir start.
2.Radiator
Radiator merupakan bagian dari generator diesel yang berfungsi sebagai pemindah atau pembuang panas mesin.
Dalam pengecekan genset, konstruksi radiator terdiri dari pipa-pipa tipis yang disusun sejajar satu sama lain dan dipasang pada sirip-sirip pelat tipis.
Konstruksi ini berfungsi untuk memperluas permukaan air yang melewati pipa radiator, dibantu dengan tiupan angin dari kipas radiator yang melewati gril dan sirip radiator pada saat proses pemindahan. Anda dapat merasakan udara yang keluar dari pipa radiator. Radiator terasa hangat atau panas.
3.Pompa air
Pompa air merupakan bagian dari generator diesel yang berfungsi untuk mengalirkan air pendingin dari mesin ke radiator dan kembali ke mesin.
Dalam pengecekan genset, pompa air digerakkan oleh putaran mesin itu sendiri melalui mekanisme pulley yang terhubung dengan v-belt.
4.Mengisi alternator
Alternator charging merupakan bagian dari genset diesel yang berfungsi sebagai pengisi baterai pada saat mesin hidup.
Alternator pengisian ini dapat dilihat dari konstruksinya yang menyerupai generator 3 fasa dimana stator dibungkus dengan kumparan 3 fasa tetapi tegangannya kecil antara 12-15 v atau 24-28 v.
Output 3 fase ini kamu disejajarkan dengan 6 dioda untuk membentuk terminal positif dan negatif. Tegangan dc ini dikendalikan oleh regulator. Output dari regulator ini akan mengatur eksitasinya.
Regulator ini berfungsi untuk mengatur arus pengisian agar tidak berlebihan, jika aki tidak penuh alternator ini akan mengisi dengan laju arus yang cukup besar dan akan mengurangi laju arus pengisian jika aki sudah penuh.
Di dalam terminal alternator terdapat terminal yang dapat digunakan untuk menAndakan bahwa alternator sedang melakukan pengisian.
5.Turbocharger
Turbocharger merupakan bagian dari diesel generator yang berfungsi untuk membantu meningkatkan tekanan udara pada saluran masuk, karena turbocharger tidak lain adalah kompresor yang digerakkan oleh turbin gas buang.
Dengan meningkatkan tekanan di saluran udara, kandungan udara berarti kandungan oksigen akan lebih padat. Dengan kandungan oksigen yang lebih padat maka jumlah bahan bakar yang dapat dibakar akan lebih banyak.
Sehingga tenaga mesin yang menggunakan turbocharger ini akan meningkat dari 20 menjadi 35% dari tenaga sebelum menggunakan turbocharger.
Demikian ulasan yang bisa kami sampaikan mengenai cara cek masalah pada genset diesel, semoga memberikan manfaat.