PT. Bach Multi Global – Generator listrik merupakan mesin yang memiliki kegunaan sebagai penghasil energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan ini dapat disimpan di dalam baterai atau langsung mengalir ke dalam rumah, toko, kantor, dan sebagainya.
Industri menggunakan generator pembangkit listrik untuk memasok daya cadangan ke fasilitas pabrik saat terjadi pemadaman listrik. Industri di daerah dengan jaringan listrik lokal yang tidak tersedia atau sulit diakses menggunakan generator listrik sebagai sumber daya utama.
Cara Kerja Generator Listrik
Generator listrik bukanlah mesin yang menghasilkan listrik Penjelasan sederhananya, generator adalah mesin yang mengubah energi gerak atau mekanik menjadi energi listrik.
Jadi, generator hanya menggunakan energi mekanis dari sumber eksternal untuk menggerakkan elektron atau muatan listrik.
Generator listrik digerakkan oleh energi mekanis dan bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Cara kerjanya dengan menggerakkan kumparan konduktor tembaga yang melilit erat ke dalam inti logam secara cepat di antara kutub magnet.
Gerakan ini akan menimbulkan tegangan yang berbeda di antara konduktor. perlakuan ini akan menyebabkan muatan listrik mengalir dan menghasilkan arus listrik.
Generator listrik terdiri dari beberapa komponen yang berguna untuk mendukung kinerjanya. Apa sajakah komponen tersebut?
Komponen Penyusun Generator
Generator listrik atau genset tersusun atas 4 komponen yaitu mesin, sistem bahan bakar, alternator dan pengatur voltase, dan pendingin. Artikel ini akan memberikan penjelasan tentang masing-masing komponen tersebut.
Mesin
Mesin pada generator listrik bertugas mengubah sumber bahan bakar menjadi energi yang dapat digunakan. Hal ini memungkinkan generator untuk bergerak dan melakukan fungsi mekanisnya. Itulah sebabnya, mesin seringkali disebut sebagai penggerak utama generator.
Mesin generator beroperasi menggunakan bermacam bahan bakar seperti bensin, solar, dan sebagainya. Generator listrik mini biasanya bekerja dengan bahan bakar bensin atau solar.
Mesin yang lebih besar umunya menggunakan bahan bakar diesel, propana cair atau gas, atau juga gas alam.
Alternator
Alternator adalah bagian dari rangkaian generator listrik. Komponen ini menghasilkan output listrik dari input mekanis yang dipasok oleh mesin di dalam generator.
Di dalam alternator, masing-masing komponen bekerja sama menghasilkan gerakan antara medan magnet dan listrik, yang pada akhirnya akan menghasilkan listrik.
Alternator mengandung komponen-komponen sebagai berikut:
- Stator merupakan komponen stasioner. Komponen ini berisi satu set konduktor listrik yang berada di dalam gulungan di atas inti besi.
- Rotor/Armature, komponen bergerak yang menghasilkan medan magnet berputar melalui salah satu cara berikut: induksi, magnet permanen, atau menggunakan exciter.
Rotor di dalam generator listrik akan menghasilkan medan magnet yang bergerak di sekitar stator. Medan magnet akan menginduksi perbedaan tegangan yang terjadi di antara gulungan stator.
Proses ini akan menghasilkan arus bolak-balik (AC) output generator.
Sistem Bahan Bakar (Fuel System)
Tangki bahan bakar untuk generator berukuran kecil umumnya terpasang di atas rangka generator. Jika pemilik hendak menggunakan generator berkapasitas besar untuk skala industri, maka perlu membangun tangki bahan bakar di luar generator.
Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun sistem bahan bakar eksternal pada generator listrik adalah sebagai berikut:
- Sambungan pipa dari tangki bahan bakar ke mesin, dan sebaliknya.
- Pipa ventilasi untuk tangki bahan bakar, fungsinya untuk mencegah naiknya tekanan atau vakum selama pengisian dan pembuangan tangki.
- Sambungan hasil luberan dari tangki bahan bakar ke pipa pembuangan.
- Pompa bahan bakar elektrik untuk memindahkan bahan bakar dari tangki penyimpanan utama ke tangki harian.
- Filter bahan bakar untuk memisahkan air dan benda asing dari bahan bakar cair.
- Fuel Injector untuk menyemprotkan bahan bakar yang dibutuhkan ke dalam ruang bakar mesin.
Pengatur Voltase/Tegangan
Komponen ini mengatur tegangan output generator listrik. Komponen-komponen yang memegang peranan dalam proses pengaturan tegangan adalah sebagai berikut:
- Pengatur tegangan, berfungsi untuk melakukan konversi tegangan AC ke arus DC. Pengatur tegangan atau pengatur Voltase akan mengambil sebagian kecil dari output tegangan AC generator dan mengubahnya menjadi arus DC. Komponen ini lantas mengumpankan arus DC ke gulungan Exciter.
- Gulungan Exciter berfungsi untuk melakukan konversi arus DC ke arus AC. Komponen ini terhubung ke penyearah berputar.
- Penyearah Berputar, melakukan konversi arus AC ke arus DC. Penyearah berputar akan mengumpankan arus DC ke rotor / armature untuk menciptakan medan elektromagnetik yang selain medan magnet berputar dari rotor / armature.
- Rotor / Armature, melakukan konversi arus DC ke tegangan AC. Rotor/armature menginduksi tegangan AC yang lebih besar dan melintasi belitan stator. Sekarang generator telah menghasilkan tegangan AC keluaran yang lebih besar.
Siklus ini akan terus berlanjut hingga generator listrik menghasilkan tegangan output yang setara dengan kapasitas operasi saat mengalami penuh.
Sistem Pendingin
Jika menggunakan generator listrik secara terus menerus, hal ini akan menyebabkan berbagai komponennya menjadi panas. Maka, sangat penting untuk memiliki sistem pendingin dan ventilasi yang berguna untuk menarik panas.
Radiator yang dipasang pada generator, atau komponen kipas standar, berfungsi sebagai sistem pendingin utama. Pemilik bisa menggunakan bahan pendingin berupa air jika generator yang dipakai berukuran kecil.
Segmen industri biasanya menggunakan Hidrogen karena lebih efisien dalam menyerap panas daripada pendingin lainnya. Anda harus memeriksa tingkat cairan pendingin generator setiap hari.
Sistem pendingin harus rutin mengalami perawatan dan pembersihan. Tempatkan generator di ruang terbuka dan berventilasi dengan aliran udara yang memadai. Jangan meletakkan barang lain di semua sisi generator sejauh minimal 3 kaki agar aliran udara pendingin dapat mengalir dengan bebas.
Sistem Pembuangan
Sama halnya dengan asap knalpot dari kendaraan bermotor, asap yang dikeluarkan oleh generator mengandung bahan kimia beracun. Anda harus melakukan pengelolaan dengan baik. yang perlu dikelola dengan baik.
Penting untuk memasang sistem pembuangan memadai yang bertugas untuk membuang gas.
Sistem Pelumasan
Komponen bergerak di dalam generator listrik memerlukan pelumasan. untuk memastikan daya tahan dan pengoperasian yang lancar untuk jangka waktu yang lama. Pompa di dalam generator menyimpan minyak yang akan melumasi mesin generator.
Periksalah level minyak pelumas setiap 8 jam setelah generator beroperasi. Hal ini untuk menghindari kemungkinan pelumas habis tanpa Anda sadari. Cek juga apabila ada kebocoran dan gantilah oli pelumas sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan.
Demikianlah ulasan singkat mengenai generator listrik. Jika hendak membeli generator bagi kebutuhan usaha, maka lakukan transaksi dengan perusahaan yang terpercaya dan menyediakan layanan konsultasi.
Satu lagi, jangan mudah terbujuk oleh iming-iming harga generator listrik yang murah.
Bertransaksi dengan perusahaan penyedia generator listrik terpercaya akan menjaga dari kemungkinan membeli generator yang tidak berkualitas.
Artikel Terkait

Peranan Genset Listrik Dalam Menyongsong Era Industri 4.0
Kita hidup di ambang revolusi industri keempat, yang dikenal sebagai Industri 4.0, era di mana teknologi digital dan fisik berkonvergensi untuk menciptakan sistem yang lebih

Genset 30 KVA, Cocok Untuk Pabrik Industri, Cek Keunggulannya Disini!
Listrik Indonesia dipasok oleh PLN, atau Perusahaan Listrik Negara, simak keunggulan genset 30 KVA untuk pabrik industri. Satu-satunya sumber listrik yang digunakan oleh masyarakat. Tidak

Mengenal Genset Inverter, Kelebihan dan Bedanya Dengan Genset Konvensional
Genset inverter adalah perangkat yang menggunakan mesin pembakaran internal untuk menghasilkan energi. Genset satu ini menggunakan teknologi inverter untuk menghasilkan listrik yang konsisten dan berkualitas

