
Analisis Siklus Hidup (Life Cycle Assessment/LCA) menjadi metode yang semakin penting dalam menilai dampak lingkungan dan biaya dari sebuah produk, termasuk genset. LCA mencakup seluruh tahapan siklus hidup genset, mulai dari produksi, distribusi, penggunaan, hingga pembuangan atau daur ulang. Dalam konteks genset, analisis ini tidak hanya mengungkap total emisi karbon yang dihasilkan, tetapi juga menghitung total biaya kepemilikan sepanjang umur pakai. Dengan demikian, LCA menjadi alat strategis untuk menentukan efisiensi lingkungan dan ekonomi dari pilihan pembangkit listrik cadangan ini.
Pada tahap produksi, emisi terbesar berasal dari ekstraksi bahan mentah dan proses manufaktur komponen utama seperti mesin diesel, alternator, dan rangka baja. Proses ini menghasilkan emisi CO₂ dalam jumlah signifikan karena penggunaan energi fosil dalam pabrikasi. Selain itu, biaya produksi turut dipengaruhi oleh harga logam, transportasi, dan pengolahan akhir. Walaupun tahap ini hanya menyumbang sebagian kecil dari total emisi selama umur pakai, namun tetap penting karena menentukan dasar keberlanjutan dari awal.
Tahap distribusi mencakup pengiriman genset dari pabrik ke lokasi pengguna. Meskipun tidak sebesar tahap penggunaan, emisi dan biaya logistik harus diperhitungkan terutama untuk pengiriman jarak jauh. Jenis transportasi yang digunakan (truk, kapal laut, atau udara) akan berdampak langsung terhadap intensitas karbon dalam rantai pasok.
Tahap penggunaan adalah fase dengan emisi dan biaya paling dominan dalam LCA genset. Penggunaan bahan bakar, terutama solar atau bensin, menjadi penyumbang utama jejak karbon selama masa operasional. Genset diesel berdaya 100 kVA misalnya, dapat mengonsumsi hingga 20–25 liter per jam. Dalam setahun, jika digunakan 4 jam per hari, emisi CO₂ yang dihasilkan bisa mencapai puluhan ton. Selain emisi, biaya operasional seperti bahan bakar, perawatan rutin, dan penggantian komponen juga menjadi beban utama yang harus dihitung secara akurat.
Selanjutnya, tahap akhir atau end-of-life dari genset juga memiliki kontribusi tersendiri terhadap LCA. Beberapa komponen seperti tembaga dan baja dapat didaur ulang, mengurangi dampak lingkungan dan memberikan nilai ekonomi tambahan. Namun, proses daur ulang itu sendiri tetap menghasilkan emisi, meskipun lebih rendah dibandingkan produksi awal. Jika genset dibuang tanpa pengelolaan yang baik, potensi pencemaran lingkungan dari oli bekas atau baterai sangat tinggi.
Dengan menerapkan pendekatan LCA, pengguna dapat membandingkan model genset berbeda berdasarkan total emisi dan biaya selama masa pakai, bukan hanya harga beli awal. Misalnya, genset dengan efisiensi bahan bakar lebih tinggi mungkin lebih mahal di awal, tetapi menghasilkan penghematan besar dalam jangka panjang. Hal ini sangat penting terutama untuk proyek jangka panjang atau aplikasi industri yang sangat tergantung pada keandalan listrik cadangan.
Secara keseluruhan, Analisis Siklus Hidup memberikan wawasan menyeluruh yang mendalam untuk membuat keputusan lebih bijak dalam memilih genset. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan ekonomi secara bersamaan, LCA membantu menciptakan sistem kelistrikan yang tidak hanya handal dan hemat biaya, tetapi juga berkelanjutan untuk jangka panjang.