Cara Setting RPM Genset Agar Listrik Tetap Stabil

rpm genset

Cara setting RPM genset bisa jadi alternatif untuk mendapatkan kualitas listrik lebih stabil selama menggunakan power electrical supply ini. Seperti diketahui, tak jarang listrik yang dihasilkan genset kurang optimal sehingga beberapa perangkat tidak bisa beroperasi dengan baik. Contohnya, lampu jadi terus berkedip hingga cahayanya kurang.

Supaya masalah tersebut tidak terjadi, penting mengetahui cara mengatur RPM-nya. Sebab, salah satu faktor yang bisa menyebabkan masalah tersebut adalah kurangnya daya RPM.

 

Apa Itu RPM?

RPM adalah singkatan dari Revolution per Minute, sebuah satuan untuk menunjukkan frekuensi tegangan pada mesin seperti genset. Pada perangkat ini sendiri, RPM dengan nilai stabil ataupun sebaliknya sangat menentukan jumlah arus listrik yang dihasilkan.

Tak hanya itu, RPM juga bisa menunjukkan tanda-tanda kesehatan genset. Jika angkanya tidak standar, bisa jadi terdapat kerusakan pada perangkat penyuplai listrik ini.

Namun, harus diketahui juga bahwa nilai RPM yang rendah ataupun berlebih tidak selamanya dapat diperbaiki. Untuk itu, pengguna alat ini wajib tahu pengetahuan dasar seputar RPM pada genset. Sebab, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan naik-turunnya nilai RPM. Termasuk pen-settingan yang dilakukan.

 

Cara Setting RPM Genset agar Listrik Stabil

Untuk memeriksa apakah genset masih bagus atau tidak, langkah tepat yang pertama adalah mencoba mengatur ulang nilai RPM-nya. Adapun langkah-langkah untuk setting ulang RPM genset, di antaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Setting Baut Stasioner

Di langkah pertama, pastikan untuk mengatur ulang posisi baut stasioner yang terdapat di karburator. Tahapan ini dilakukan untuk mengubah besaran frekuensi (Hz) yang terdapat di mesin genset.

Sebagai informasi, besaran frekuensi genset normal adalah 50 Hz ataupun 60 Hz. Jika lebih atau sebaliknya, setting ulang RPM perlu dilakukan. 

Namun, sebelum mengatur ulang nilai frekuensi, baut governor yang berada dekat bensin harus lebih dulu diubah. Baru setelahnya, nilai frekuensi dapat diubah.

Adapun cara mengubah nilai frekuensinya, jika tidak normal, pemutaran baut stasioner bisa dilakukan ke arah kanan untuk mengurangi nilainya. Sementara itu, meningkatkan frekuensi genset bisa dengan cara memutar ke arah kiri.

 

2.Setting Baut Genset AVR

Khusus pengguna genset AVR (Automatic Voltage Regulator), cara setting RPM genset bisa dilakukan setelah memutar baut di antara AVR-nya. Namun, perlu diketahui bahwa pemutaran baut ini dilakukan untuk mengubah frekuensi tegangan wajib ke angka 220 volt.

Pastikan nilai frekuensi yang baru saja di-setting tidak kurang ataupun lebih. Setelah itu, baru bisa dilakukan setting RPM dan memastikan apakah listrik bekerja dengan stabil atau sebaliknya.

 

Perlu diketahui, nilai RPM bisa berubah secara otomatis karena beberapa faktor. Seperti lamanya penggunaan genset, usia mesin, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, solusi untuk mengatasi nilai RPM yang berubah dan listrik tidak stabil ini tidak hanya perbaikan ataupun pengubahan nilainya saja.

 

Bagi pengguna genset yang mendapati masalah nilai RPM jadi tidak normal, sebaiknya tidak langsung mengambil tindakan perbaikan. Menggunakan ahli di bidang kelistrikan ataupun jasa yang menyediakan genset bisa jadi alternatif terbaik untuk mengatasinya.

 

Itulah ulasan seputar cara setting RPM genset untuk memastikan kestabilan arus listriknya. Cara di atas bisa dilakukan jika mesin genset yang digunakan tidak lebih dari 1000 kVA. Sementara itu, apabila lebih dari nilai tersebut, sebaiknya gunakan jasa ahli guna memastikan keamanannya terjamin.