Perbedaan Solar Dan Bensin Hsd Pada Genset

Perbedaan Solar Dan Bensin Hsd Pada Genset

Untuk genset listrik tipe diesel, biasanya solar hsd saja yang cocok untuk bahan bakarnya, jadi apa perbedaan solar dan bensin hsd? Kenapa pakai tenaga surya? Mungkin tidak banyak orang yang tahu jawaban dari pertanyaan ini, karena kita hanya terbiasa menggunakan generator.

Generator atau sering juga disebut genset merupakan salah satu penyedia listrik cadangan. Genset ini merupakan barang yang umum karena Indonesia sering mengalami pemadaman listrik. Biasanya jenis genset yang biasa kita jumpai adalah genset diesel dan genset bensin.

Tentu saja, kedua jenis generator ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi satu yang banyak diketahui orang adalah genset diesel tidak bisa diisi bensin. Dan sebaliknya.


Baik solar dan bensin adalah jenis bahan bakar yang berbeda. Hsd diesel atau high speed diesel adalah solar dengan performa cetane number 45. Bahan bakar ini hanya cocok digunakan pada mesin atau genset jenis diesel. Anda pasti penasaran mengenai perbedaan solar dan bensin hsd?

Perbedaan Solar Dan Bensin hsd

Untuk mengetahui mengapa diesel menggunakan diesel, perlu dipahami perbedaan antara hsd dan bensin solar. Kedua jenis bahan bakar tersebut sangat berbeda dalam hal proses pencapaian bahan bakar tersebut.


Bensin mencapai pembakaran melalui percikan api dari busi. Jadi setiap genset bensin harus menggunakan busi. Sedangkan solar tidak membutuhkan percikan api untuk mencapai pembakaran, karena dapat terbakar dengan sendirinya.


Hal ini terjadi karena solar memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi. Jadi ketika udara ditambahkan, langsung mencapai proses pembakaran. Oleh karena itu genset diesel hanya menggunakan solar karena menggunakan sistem pembakaran.


Solar sendiri sebenarnya masih terbagi menjadi beberapa jenis, mulai dari solar hsd, biodiesel, mfo, ido, dan lainnya. Umumnya yang tepat digunakan pada genset diesel adalah solar hsd, karena angka cetane number performance nya sesuai.

Kenapa Menggunakan Tenaga Surya?

Sebenarnya dengan mengetahui perbedaan solar dan bensin hsd, bisa dipahami mengapa setiap mesin diesel atau genset diesel harus menggunakan solar. Pembakaran diesel terjadi dengan sendirinya karena rasio kompresi yang tinggi.


Jadi mesin pada genset diesel dibuat dengan sistem yang banyak memberi tekanan pada solar. Biasanya pembakaran pada mesin diesel dilakukan dengan menambahkan udara ke dalamnya, sehingga terjadi peningkatan suhu bahan bakar.


Nanti pada tingkat tekanan tertentu akan tercipta panas yang akhirnya menghasilkan pembakaran. Makanya solar menggunakan solar karena sistem pada mesin diesel dibuat dengan memanfaatkan sifat-sifat solar.


Pada genset jenis bensin tentunya sistemnya berbeda karena bensin membutuhkan percikan api untuk pembakarannya. Jadi tidak disarankan menggunakan bensin pada genset diesel, begitu juga sebaliknya.


Apa Yang Terjadi Jika Generator Diesel Diisi Dengan Bensin?

Mungkin sebagian orang pernah mencoba memasukkan bensin ke dalam genset solar, atau salah memasukkan bahan bakar. Karena mesin tidak mampu menciptakan pembakaran.


Tekanan yang terkandung dalam bahan bakar bensin tidak cocok untuk mesin diesel. Dengan kata lain genset diesel tidak akan pernah bisa menghasilkan pembakaran pada bensin karena tidak ada busi pada genset. Akibatnya, genset tidak bisa menyala.


Jadi ketika salah memasukkan bahan bakar ke genset diesel, lebih baik langsung dikeluarkan. Hal ini tidak hanya membuat genset tidak menyala, namun jika masih dipaksakan malah bisa merusak genset.


Demikian ulasan yang bisa kami sampaikan mengenai perbedaan solar dan bensin hsd, semoga memberikan banyak manfaat.